Rabu, 08 Juli 2009

Terima kasih

Hari yang melelahkan. Senandung berita bahagia bernyanyi di telingaku, isyarat wajib kuungkap rasa syukur yang tiada tara. Pujian pada penciptaku yang telah berikan kemudahan dalam setiap langkah gontaiku dengan penuh pengharapan padaNya. Memulai setiap langkahku dengan sebutan namaNya nan indah tanpa kaku dan penuh semangat.
Petang mulai berganti gelap. Adzan yang berkumandang mengingatkanku akan satu kewajiban yang hampir saja terlewatkan. Aku teringat akan kepedihan jiwaku yang sedikit mengikis rasa syukurku sebelum kusucikan diri dengan butiran-butiran air wudhu yang sanggup membersihkan jasad dan jiwaku. Sesaat aku larut dalam kesedihan akan hilangnya seorang yang pernah memberiku semangat dalam hidup, semangat meraih mimpi, dan semangat dalam dakwah yang dulu tak pernah kusangka akan kujalani dengan penuh perjuangan dan semangat bagai api yang berkobar namun dingin dengan kasih sayang sejati.
Hari ini aku ingat mereka yang pernah mengisi hatiku dengan obat dari keputus asaan. Kini mereka tak lagi menengokku, karena keegoisanku bagi mereka. Namun aku tak akan pernah lupakan itu karena Rabb yang Maha Tau atas segala sesuatu akan menggantikannya dengan sosok yang baru. Hakikinya mereka menjauhiku namun maknawinya mereka ada dalam setiap langkah perjuanganku dalam dakwah Iman dan qur'an, dimana mereka yang pernah membagi ilmu dan memberiku semangat dakwah yang luar bisa ini tetap ada dalam selimut kasih sayang Allah yang senantiasa kupinta dalam doaku untuk mereka.
Betapapun engkau telah menjauhkan diri padaku, namun aku takkan pernah lupakan kebaikanmu. Terimakasih dan aku tak dapat membalasnya karena aku tak memiliki apa-apa yang bisa kuberikan. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan lipatan Rahmatnya yang tak pernah berhenti menyelimutimu di dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar