Sabtu, 22 Oktober 2011
Undangan Seminar
SPs UIN Jakarta mengundang: Seminar ON Peace in Islam: Said Nursi's perspectives (Dr. Ahmet Kayacik dari Turki dan Ishak Saleh)-25/10/11 (13.00-15.00). Tempat: Auditorium SPs UIN jkt. Registrasi di www.graduate-uinjkt.net. Tempat terbatas dan sertifikat tersedia.
Jumat, 21 Oktober 2011
Allah Var Keder Yok
"Jika ada Allah maka tidak ada yang buruk"
Karena Dialah yang Maha Cantik, Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Memiliki, dan ribuan namanya yang termanifestasikan dari setiap ciptaanNya.
Entah apa yang kurasakan ini. Di saat ku dalam masalah, dalam kesempitan, kesendirian, keterpurukan....Ketidakberdayaanku mengemis pertolongan padaNya. Bagaimana hati ini begitu menarikku untuk meminta padaNya. Seakan hati ini bukanlah bagian dari diriku yang senantiasa selalu mengutamakan keegoan, dan merasa diri mampu padahal diriku ini penuh dengan ketidakberdayaan yang tak terbatas dan pula sangat fakir. Saat ini aku menyadarinya, disaat aku sedang berada dalam tingkat kesenangan apakah aku mengakuinya? oh tidak, mungkin inilah yang disebut dengan lupa diri.
Sekilas kata "KENAPA" terngiang dalam benakku, namun aku takut untuk terus mengingatnya, lalu aku berusaha untuk mengganti kata tanya itu dengan "BAGAIMANA". Tiba-tiba secerca sinar serasa menghampiriku. Yah kata BAGAIMANA membuatku takjub ketika segala sesuatu menjawab pertanyaan itu berbeda dengan kata KENAPA, seakan meyakinkanku untuk meragukan segala sesuatu dihadapanku sebagai suatu ciptaan Tuhan Hakiki yang kusembah Allah SWT.
Betapa Rahman Allah itu menuasai segala sesuatu, bahkan pada sesuatu yang tidak aku sangka. Termasuk menciptakan nafsu dalam diri kita adalah suatu kasih sayang Rabbani. Dimana dengan adanya nafsu ini bisa membedakan kitadengan orang yang lalai dan orang yang tidak lalai.
Karena Dialah yang Maha Cantik, Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Memiliki, dan ribuan namanya yang termanifestasikan dari setiap ciptaanNya.
Entah apa yang kurasakan ini. Di saat ku dalam masalah, dalam kesempitan, kesendirian, keterpurukan....Ketidakberdayaanku mengemis pertolongan padaNya. Bagaimana hati ini begitu menarikku untuk meminta padaNya. Seakan hati ini bukanlah bagian dari diriku yang senantiasa selalu mengutamakan keegoan, dan merasa diri mampu padahal diriku ini penuh dengan ketidakberdayaan yang tak terbatas dan pula sangat fakir. Saat ini aku menyadarinya, disaat aku sedang berada dalam tingkat kesenangan apakah aku mengakuinya? oh tidak, mungkin inilah yang disebut dengan lupa diri.
Sekilas kata "KENAPA" terngiang dalam benakku, namun aku takut untuk terus mengingatnya, lalu aku berusaha untuk mengganti kata tanya itu dengan "BAGAIMANA". Tiba-tiba secerca sinar serasa menghampiriku. Yah kata BAGAIMANA membuatku takjub ketika segala sesuatu menjawab pertanyaan itu berbeda dengan kata KENAPA, seakan meyakinkanku untuk meragukan segala sesuatu dihadapanku sebagai suatu ciptaan Tuhan Hakiki yang kusembah Allah SWT.
Betapa Rahman Allah itu menuasai segala sesuatu, bahkan pada sesuatu yang tidak aku sangka. Termasuk menciptakan nafsu dalam diri kita adalah suatu kasih sayang Rabbani. Dimana dengan adanya nafsu ini bisa membedakan kitadengan orang yang lalai dan orang yang tidak lalai.
Langganan:
Postingan (Atom)