Senin, 17 Januari 2011

Kenalan Baru

Hari ini aku mencari suasana baca yang baru. Kalau biasanya aku suka tempat yang tenang kali ini aku mencoba untuk menguji tingkat konsentrasiku, aku membaca di tempat yang ramai. Yah disana Mesjid Fhatullah UIN. Tempat yang ramai. Tapi orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Seperti diriku yang sibuk menghabiskan puluhan lembar membaca kitab masnawi di dalam sana.

Masya Allah tak kusangka, membaca di tempat ramai dan aga bising membuatku lebih konsentrasi dan hati-hati dengan setiap kalimat yang kubaca. Baru membaca sebentar sudah menemukan banyak hakikat. Alhamdulillah. Aku tak yakin hal seperti ini bisa terjadi kalau tidap hari aku melakukannya.

Setelah beberapa jam duduk membaca di dalam mesjid perutku minta makan. Ahirnya kuputuskan keluar dari mesjid mencari makan. Sebelum berangkat mataku tertuju pada 3 orang gadis yang sedang belajar membaca qur'an (tajwid). Masya Allah Semoga Allah memudahkan mereka mempelajarinya bisikku dalam hati. Setelah membeli makanan aku kembali kemesjid. Aku masi menemukan ke3 gadis itu. Entah daya tarik apa yang membuatku menyapa mereka dan ingin ikut bergabung. Lalu kami belajar bersama.
Kami berkenalan. Sedikit aku memperkenalkan diriku dan kitab yang kubawa. Juga beberapa hal yang tak sadar kuceritakan pada mereka.Mereka adalah Winti, Erna dan Fatimah....3 calon wanita penghuni surga. Semoga sedikit demi sedikit terbentuk surga kecil di hati mereka. Hati yang di dalamnya ada Iman tahkiki kepada Allah...

Semoga Allah izinkan kita bertemu kembali, amin

Aku tak tau apa yang mereka rasakan, Namun inilah aku yang tak pernah tahan untuk bercerita. Apa yang aku pikirkan selalu aku ingin sampaikan apalagi itu adalah hakikat...itu kebenaran Allah. pasti aku akan menyampaikannya....

Kamis, 06 Januari 2011

Aspek Ketunggalan Allah

Mektubat, Surat ke 20
Bismihi Subhanahuu
Tiada sesuatupun yang memuliakanNya dengan puji-pujian
Bismillahirrahmanirrahim
"laa ilaaha illallaahu, wahdahuu, laa syariika lahuu, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyii, wa yumiitu, wahuwa hayyu laa yamuut, biyadihil khaiir, wahuwa 'alaa kulli syaiin qodiir, wailaihil mashiir"
Kalimat ini menegaskan Ketunggalan Allah, yang patut diucapkan setelah shalat subuh dan magrib, dan nilainya setara dengan Asma Allah yang paling agung, terdiri dari sebelas bagian. Setiap bagian membawa kabar baik yang berbeda-beda bagi umat manusia. Dalam setiap bagian tersebut ditunjukkan dan diwujudkan aspek keesaan Allah yang berbeda dalam tingkat yang sama.
PENDAHULUAN
Yakinlah dengan hal ini, bahwa cita-cita terpenting setiap makhluk dan hasilnya yang paling mulia adalah keimanan kepada Allah. Derajat kemanusiaan yang paling tinggi adalah pengetahuan tentang Allah. Kebahagiaan yang paling cerah dan karunia yang paling indah bagi jin dan manusia adalah kasih Allah yang terkandung dalam pengetahuan tentang Allah; kegembiraan yang paling murni bagi jiwa manusia dan kesenangan yang palingfitri bagi hati manusia adalah perasaan suka cita jiwa yang terkandung dalam kasih Allah. Sesungguhnya semua kebahagiaan sejati, kegembiraan murni, karunia-karunia yang indah dan kenikmatan yang nyata tidak diragukan lagi terkandung pada pengetahuan dan kasih Allah.
Seseorang yang tau dan mencintai Allah berpotensi atau bahkan bisa benar-benar menerima kebahagiaan, karunia, pencerahan, dan kegaiban-kegainban yang tiada ahir. Sedangkan seseorang yang tidak benar-benar mengetahui dan mencintaiNya akan menderita baik secara spritual maupun material karena kesengsaraan, kepedihan, dan kecemasan yang tiada ahir. Misalnya, ada seseorang yang tidak berdaya, penuh penderitaan, dan lemah berada diantara manusia lainnya yang tidak mempunyai tujuan hidup di dunia dan yang dibebani dengan kesengsaraan. Seandainya ia dijadikan penguasa seluruh dunia, sesungguhnya apakah manfaat kekuasaannya ini?. Setiap orang dapat memahami betapa sengsara dan bingungnya kondisi hidup yang dialami seseorang jika dia tidak mengenal pemiliknya, kalau dia tidak menemukan Rabbnya.
Tetapi jika dia menemukan pemilikNya dan mengenali Tuhannya, maka dia akan menemukan perlindungan dibawah naungan RahmatNya dan percaya pada kekuasaanNya, dan kemudian dunia yang fana itu, baginya, akan berubah menjadi tempat istirahat dan kedamaian dan menjadi tempat peralihan menuju hari ahir.
LAPISAN PERTAMA
Masing-masing bagian dari kesebelas bagian dari kalimat -kalimat yang dikutip di atas yang menegaskan Keesaan Allah membawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman. Setiap kabar memberikan obat penawar, dan dari setiap obat penawar tersebut memancarkan kenikmatan rohani.
Bagian Pertama : (Laa ilaaha illallaahu).
Bagian ini memberi jiwa manusia, yang pada kodratnya memiliki kebutuhan yang tak terhitung banyaknya dan menjadi mangsa bagi serangan-serangan musuh yang tak terhitung jumlahnya, sumber bantuan yang tiada habisnya. Kalimat ini membuka bagi jiwa manusia pintu khasanah rahmat yang dapat menjamin semua kebutuhanNya> Di dalam kalimat ini jiwa manusia menemukan nilai bantuan yang menunjukkan dan membuatnya tahu tentang penguasa dan pemiliknya, penciptanya dan dzat yang harus disembah, yang memiliki kekuasaan mutlak yang akan menyelamatkan jiwa dari gangguan setan dan semua musuhnya.Disini kita dapat mengetahuai bahwa kalimat yang hebat ini menyelamatkan hati dari kerusakan total dan jiwa dari penderitaan yang menyedihkan. Kalimat ini selalu memberikan kegembiraan dan sarana untuk mendapatkan kebahagiaan lestari.

Senin, 03 Januari 2011

Aku ingin Menangis

Aku menanti saat itu tiba, disaat aku tak lagi harus menanti...
Aku terbangun pagi ini dengan mata yang bengkak, kucoba mengingat apa yang terjadi semalam. Sedikit sulit mengingatnya karena diriku sendiri seperti dalam keadaan yang belum sadar penuh. Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wailayhinnusur.
Kembali aku mengingat kejadian tadi malam. Entah apa yang terjadi padaku hingga dadaku sesak. Andai aku bisa berteriak kencang , aku ingin melakukannya. Namun kutau tak ada yang tau isi hatiku selain diriNya...Lalu apakah dengan berteriak Dia akan mendengarkannya????
Kucoba berbisik perlahan dengan lantunan doa aku memohon ampunan padaNya,,,, Secara berulang aku mengucap tanpa sadar "AKU TAKUT...AKU TAKUT...AKU TAKUT". Tak lama aku menyadari apa yang kukatakan...Yah aku takut pada kelalaianku, aku takut pada kecerobohanku, aku takut pada kebodohanku...Aku ingin mengucap seluruh apa yang aku takutkan namun tak mampu diriku untuk mengingatnya satu persatu...Aku hanya bisa mengulang-ulang kata itu "Ya Rabb...aku takut...aku takut..aku takut...". Linangan air mataku tak henti mengalir...Aku merasakan kenikmatan dengan terus meresapi kata yang kulontarkan...
Mencoba menenangkan diri aku sholat tobat..., Mungkin dosaku takkan terhapus dengan sholat itu. Tapi paling tidak aku mengucap ikrar untuk berusaha tidak mengulanginya. Paling tidak aku merasa Rabb itu mencintaiku dengan begitu ia mengampunkanku walau ternyata yang Dia beri padaku itu hanya kasih sayang, yang kafirpun mendapatkannya.
Tapi paling tidak prasangkaku padanya yang menganggap kasih sayangnya itu adalah cinta untukku sedikit menenangkanku bahwa masih ada yang bisa kuharapkan dan tidak ada tempatku berharap kecuali padaNya...
Aku tak tau apa yang membuatku tertidur, yang kutau aku menangis sebelum tertidur. Di pagi hari saat aku bangun mataku sulit untuk dibuka karena ternyata sudah bengkak seperti bola pimpong.Namun aku bisa kembali tersenyum...malam itu begitu nikmat tangisan itu. Ternyata bukan hanya makanan yang bisa dinikmati...tangispun bisa dinikmati...
Jika menangis itu tidak menyenangkan mungkin menangis karena Allah atau menangis karena meminta padaNya itu satu-satunya hal yang membuat tangisan itu menjadi indah atau nikmat...
Suatu saat aku akan kembali merindukannya....