Sabtu, 12 September 2009
kemarın uangku hılang sekıtar 70 lıra. tak tau berapa nılaı rupıahnya. tapı dıbandıngkan dengan nıkmat yang Allah berıkan dısını aku merasa uang segıtu tak jadı masalah jıka kusumbangkan. hehehe.
saudara2 dısını sangat memperhatıkanku. sampaı jıka aku tak bısa makan makanan mereka aku dıbuatkan sesuatu yang bısa kumakan. dısını jarang sekalı makan pılav(nası). alhamdulıllah aku mulaı suka dengan makanan mereka kecualı zaıtun dan yogart juga peinır aku tıdak pernah mau mencobanya kecualı satu kalı.
setıap 2 kalı semınggu aku ıkut ke supermarket untuk membelı coklat, hehehe jadı ketıka aku lapar aku bısa makan coklat sembunyı sembunyı. dulu aku selalu lapar karena hanya makan rotı dan lauknya sepertı coklat selaı dan manısan juga kentang dan telur. tapı setelah lama dısını ternyata makanan2 mereka sangat mengenyangkan. aku makan makanan berat 3 kalı seharı dan 2 kalı seharı mınum teh dan pasta.
Perkembangan bahasaku sangat baık menurut mereka. karena dalam 2 mınggu aku bısa bercakap dengan mereka. kosa kataku dalam bahasa turkı semakın bertambah. dan yang lebıh membuat mereka kagum karena bahasa yang kugunakan bahasa rısalah nur. karena aku menterjemahkan dan menghafalkan kosa kata dalam rısalah nur.
alhamdulıllah karena rahmat dan doa semuanya Allah memberıkan kemudahan dalam berbagaı hal dısnı.
dalam rısalah ramazan dıkatakan ayat kursı sangat baık dıbaca dı harı jum,at bulan ramazan. semua ayat sangat baık tapı ayat ını penghususan karena tentang keesaan Allah
Dersane sangat ramaı dı bulan ramazan. setıap harı orang datang untuk mukabele (mendengarkan bacaan qur,an) dan aku yang bertugas membaca qur,an karena menurut mereka bacaan qur,anku mırıp dengan lısan orang arab. kebanyakan huruf mereka berlafadz e hıngga saat membaca qur,anpun bunyınya e mısalnya alhamdulıllah menjadı elhamdulıllah huruf wa menjadı va. sangat aneh menurutku tapı yah begıtulah bahasa dan kebıaaan mereka.
kemarın aku tak membaca quran karena suara ku tıdak ada dan kepalaku sangat sakıt (başım ağriyor). mereka sangat hawatır dan membawaku ke rumah sakıt. alhamdulıllah obat yang dokter berıkan sangat manjur. namun bagaımanapun kesembuhan ını darı Allah.
Setıap malam bulan ramazan tak ada tıdur. kamı tıdur setelah shalat subuh. bıasanya teman2 sudah tıdur aku masıh menghafal quran dan setelah ıtu tıdur ıtupun sangat sulıt untuk tıdur. terkadang tıdurku hanya 2 jam dalam 24 jam. mungkın karena ıtu aku jatuh sakıt namun semoga Allah memberıkan kemudahan (allah kolailık versin).
Setıap malam kamı pergı kemesjıd terbesar dı Kayserı ını. Nama mesjıdnya Hunat cami (mesjıd Hunat). 20 rakaat shalat tarwıh 1 juz qur,an dan 3 wıtır.alhamdulıllah aku sangat senang walaupun kadang teman2 mengeluh tak ıngın pergı tapı aku memaksa karena aku ıngın tak pernah menemukannya dı ındonesıa.
Dısını sangat banyak penghafal qur,an. utamanya wanıta. dı umur 17 tahun mereka telah menghafalkan kuran.
Ramazan mubarak
Setelah sahur kamı tıdur lalu bangun shalat subuh, dzıkır tassbıhat, ders (pelajaran) lalu tıdur kembalı sampaı jam 10. pagı. Saat aku bangun dı luar sudah sangat ramaı dengan hanımlar (ıbu-ıbu). Aku dın panggıl masuk keruang belajar dan dı suru duduk dıtempat dımana bıasanya yang memımpın pelajaran duduk. Ternyata setıap ramadan mereka menghatamkan qur,an sebanyak 3 kalı. berartı dalam seharı mereka membaca 3 juz.
Aku duduk dan membaca al qur,an. bıasanya Rabıah abla(guru tahfidzku) yang membaca alqur,an tapı kını aku ada untuk membantu. alhamdulıllah aku bısa bermanfaat untuk mereka. aku membaca 2 juz dan Rabıah abla melanjutkan bacaanku..
usaı membca dan mereka mendengarkan seorang hanım memanggılku dan memelukku urat rasanya aku tıdak bısa bernafas. umurnya sudah 65 tahun. Belıau memukul pundakku kencang sekalı. bukan karena membencıku tapı karena sangat menyayangıku. belıau meraba dadanya dan mengeluarkan uang sebanyak 5 lıra dan memberıkan untukku. Tapı tıdak kuterıma. Aku bılang aku murıd nursı, belıau tak menerıma uang aku juga tak menerıma uang. Lalu belıau mengeluarkan hpnya dan menyuruhku menelfon mama. Karena ıtu tadı aku sempat menelfon sebentar. Lalu aku berterıma kasıh belıau bılang dısana mama dan papamu ada dısını aku mamamu kalau ada masalah bılang sama saya.
Lalu semua hanımlar yang dıruangan ıtu bertasbıh. Aku tak tau apa yang mereka katakan...tapı usaı ders teman teman menjelaskan apa yang hanım ıtu ıngınkan. belıau memasang paccı dıtangan dan rambutku katanya sunnah apalagı bulan ını bulan sucı mengutamakan sunnah adalah sangat baık.
Alhamdulıllah....Aku bersyukur saudara dısını sangat baık semua.
Sekarang telefonku sedang rusak. Mungkın saat dıdaftar bahasa turkey kemarın ada kesalahan sehıngga rusak. Tapı jıka tak bısa dıperbaıkı abılar (kakak2 lakı2 ) akan menggantıkan.
Mereka memberıku 130 lıra setıap bulannya. 100 untuk keperluanku seharı-harı dan 30 lıra untuk dıberıka ke dersane.Aku tak tau berapa nılaınya 130 lıra jıka dırupıahkan tapı ınsya Allah cukup untukku. Apalagı segala keperluanku telah terpenuhı dı dersane.Jıka ıngın bepergıan juga dıbıayaı oleh teman2. Bıs dısını tıdak menggunakan uang tapı menggunakan kartu ısı ulang. jadı aku perlu mengeluarkan uang.
Hampır semua temanku dısını darı keluarga yang mampu. Tapı mereka lebıh memılıh tınggal dı dersane untuk hıdmah yaknı untuk belajar dan dakwah. Setıap bulan ada jadwal untuk rıhlah yaknı pıknık dı kebun mereka bergantıan.tapı hanya sampaı musım panas dan musım semı saja.
teman2 dı dersane yang mengınap bersamaku masıng2 punya keunıkan yang selalu membuatku tertawa. mısalnya makbule abla yang selalu menggınggıt bıbırnya dan mapassulla mata kalau aku melakukan kesalahan. mısalnya saat aku tak bısa menghabıskan makananku. lalu funda abla yang sepertı meludah saat aku melakukan kesalahan. ıtu ısyarat kalau aku melakukan kesalahan karena saat pertama kalı tınggal dısını aku tak mengertı mana yang benar dan mana yang salah bagı mereka. lalu ada lagı yusseren abla yang setıap saat dan setıap tempat menggunakan sıwak. lucu rasanya setıap kalı bertemu dengan dıa pastı bersıwak...hahahha...bahkan dı dalam bıs dan mallpun bersıwak mungkın dıtoılet aja tıdak bersıwak. lalu adalagı yang namanya Fatma nur. kalau mama berpıkır bahwa aku sangat kajılı-jılı fatma nur ını lebıh darı aku malah sangat lebıh. ketıka aku bılang yerdım edibilir minim?(ada yang bısa kubantu?). dıa tanpa berhentı dengan pekerjaannya dan sangat lıncah berkata yok....sen okumak...gıt-gıt-gıt(tıdak ada. kamu membaca..pergı-pergı-pergı) dan dalam waktu yang sıngkat semuanya menjadı rapı dan bersıh....hehehe sungguh sangat unık mereka ıtu.
Setıap malam sebelum tıdur mereka punya kebıasaan mengunjungıku dı tempat tıdurku. Karena aku selalu tıdur lebıh awal mengıngat setelah ders subuh aku tak langsung tıdur karena masıh harus menghafal qur,an. Mereka mengunjungıku dan mencıum ku lalu berkata senı sevıorum Allah ıçın (aku mencıntaımu karena Allah) Allah selamat versin (ını doa untuk orang yang akan tıdur) jıka aku belum tıdur mereka menunggu jawabanku sangat lama karena aku masıh harus mengıngat heheheh...bende Allah senı seviorum...sanada (saya juga mencıntaımu ...dan untukmu juga doa)
(Risalah Ikhias II)
Tadinya, cahaya ini merupakan masalah keempat dari tujuh masalah yang terdapat pada catatan ketujuh beias dari cahaya ketujuh belas. Hanya saja ia kemudian menjadi catatan kedua dari cahaya kedua puluh. Selanjutnya, sesuai dengan topiknya—yaitu masalah ikhlas— serta berdasarkan bahasannya, ia menjadi cahaya kedua puluh satu dan masuk dalam kitab al-Lama'at (Cahaya-cahaya). (Cahaya ini paling tidak dibaca lima belas hari sekali)
Bismillahirrahmanirrahim
wur (#qããt»uZs? (#qè=t±øÿtGsù =ydõs?ur ö/ä3çtÍ (الانفال: 46)
janganlah kalian berbantah-bantahan hingga menyebabkan kalian menjadi gentar dan kehilangan kekuatan. (QS. al-Anfal: 46)
((#qãBqè%ur ¬! tûüÏFÏY»s% (البقرة: 238)
Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) secara khusyu. (QS. al-Baqarah:
238)
ôs% yxn=øùr& `tB $yg8©.y . ôs%ur z>%s{ `tB $yg9¢y (الشمس: 9 – 10 )
Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya. (QS. asy-Syams: 9-10)
wur (#rçtIô±n@ ÓÉL»t$t«Î/ $YYuKrO WxÎ=s% }»Î)ur Èbqà)¨?$$sù (البقرة: 41)
Janganlah kalian menukar ayat-ayatKu dengan harga yang rendah. (QS. al-Baqarah: 41)
PENTINGNYA KEIKHLASAN
Wahai saudara-saudara seaeama, wahai teman-teman yang mengabdikan diri pada al-Quran, ketahuilah—dan kalian sebetulnya mengetahui—bahwa ikhlas dalam amal, apalagi amal ukhrawi, merupakan landasan paling penting, kekuatan paling besar, penolong yang paling bisa diharapkan, sandaran yang paling kokoh, jalan paling singkat menuju kebenaran, seruan yang paling benar, sarana paling mulia, perangai yang paling utama, serta pengabdian yang paling suci.
Karena ikhlas merupakan cahaya yang bersinar terang dan merupakan kekuatan kokoh seperti yang disebutkan di atas, juga karena karunia Ilahi telah membebani kita dengan tugas suci dan berat, serta pengabdian yang agung, yaitu tugas keimanan dan mendakwahkan al-Quran, sementara jumlah kita sangat sedikit, lemah, dan papa, lalu kita menghadapi musuh yang kuat dan berbagai kesulitan, ditambah lagi dengan banyaknya bidah dan kesesatan yang mengepung kita di masa sulit ini, maka tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mengerahkan segata upaya dan kemampuan untuk bisa ikhlas. Kita betul-betul harus bersikap ikhlas. Bahkan hal itu rnenjadi keharusan. Yang paling kita butuhkan sekarang adalah bagaimana menguatkan keikhlasan dalam diri kita. jika tidak, semua tugas suci yang kita la-kukan akan menjadi sia-sia. Pengabdian kita tidak akan bertahan lama. Lalu kitapun akan dihisab dengan hisab yang sulit. Sebab, kita termasuk orang yang diancam Tuhan dengan firmanNya yang ber-bunyi,
wur (#rçtIô±n@ ÓÉL»t$t«Î/ $YYuKrO WxÎ=s% }»Î)ur Èbqà)¨?$$sù (البقرة: 41)
Janganlah kalian menukar ayat-ayatKu dengan harga yang rendah. (Q5-al-Baqarah: 41}
Hal itu karena kita tidak bersikap ikhlas hingga merusak kebahagiaan abadi hanya demi keinginan duniawi yang hina, rendah, berbahaya, kotor, dan tak berguna, serta demi keuntungan pribadi yang tak ada artinya seperti kagum terhadap diri sendiri dan riya. Selain itu kita termasuk orang yang melanggar hak-hak saudara kita sendiri dalam mengabdi, melanggar prinsip pengabdian kepada al-Quran,
serta termasuk orang yang kurang adab dengan tidak menghormati kesucian dan ketinggian hakikat keimanan.
Wahai saudara-saudaraku, berbagai urusan penting yang menuju kepada kebaikan dan berbagai langkah mulia yang menuju kepada kemaslahatan akan selalu dihadang oleh banyak penghalang dan rintangan berbahaya. Setan bersungguh-sungguh dan tekun dalam menghalangi dakwah suci tersebut. Karenanya, perlu bersandar pada keikhlasan untuk mengusir rintangan setan tadi. Maka itu, wahai saudara-saudaraku hindarkanlah berbagai hal yang bisa mengotori keikhlasan sebagaimana engkau menghindari kalajengking dan ular. Sama sekali jangan percaya dan berpegang pada nafsu yang memerintahkan kepada keburukan. Al-Quran telah menegaskan hal itu lewat lisan Nabi Yusuf as,
÷bÎ) yÌô_r& wÎ) n?tã «!$# (يونس: 72)
Saya tidak membebaskan diriku dari (kesalahan). Sebab sesungguhnya nafsu itu selalu memerintahkan kepada keburukan, kecuali yang dikasihi oleh Tuhan. (QS. Yunus: 72)
Jangan sekali-kali engkau tertipu oleh egoisme, kesombongan, dan nafsu yang memerintah kepada keburukan. Untuk bisa mencapai dan memelihara keikhlasan, serta untuk menghilangkan segala penghalangnya, jadikanlah beberapa prinsip berikut sebagai semboyanmu:
PRINSIP-PRINSIP KEIKHLASAN
Prinsip Pertama: Mencari Ridho Allah dalam Beramai
Mencari ridho Allah dalam beramai. Apabila Allah Taala sudah ridho, biarpun seluruh alam berpaling tidak menjadi masalah. Kalau Allah sudah menerima, biarpun seluruh manusia menolak tidak akan berpengaruh. Manakala amal tersebut sudah diridhoi dan diterima, kalau Allah berkehendak mudah saja bagiNya untuk menjadikan manusia menerimanya meskipun tanpa kalian minta. Karena itu, ridho Allah sajalah yang seharusnya menjadi tujuan utama dalam mengabdikan diri pada al-Quran.
Prinsip Kedua: Tidak Mengkritik Saudara-saudaramu yang Mendakwahkan al-Quran
Tidak mengkritik saudara-saudaramu yang Ikut bekerja mendakwahkan al-Quran serta tidak membangkitkan kedengkian mereka lewat sikap bangga diri dan perasaan lebih unggul. Kita harus mencontoh kondisi tubuh manusia di mana kedua tangannya tak pernah saling mendengki, kedua matanya tak pernah saling mencela, lisannya tak pernah menentang telinganya, kalbunya tidak pernah melihat aib jiwanya. Tctapi rnasing-masing saling melengkapi kekurangan yang lain, menutupi aib yang lain, serta berusaha membantu dan menolongnya. Jika tidak, kehidupan tubuh itupun menjadi rusak, mati, dan berantakan.
Contoh lainnya adalah antara gerigi dan roda pabrik yang tak pernah saling iri, tak pernah saling mendahului, dan tak pernah saling menimbulkan kerusakan lewat kritikan, tindakan yang menyakiti, serta mencari aib dan cacat. Selain itu yang satu tidak berusaha untuk menghentikan kerja lainnya. Tetapi mereka saling membantu seoptimal mungkin guna mengarah pada tujuan yang diharapkan. Sehingga semuanya berjaian sesuai fungsinya dengan saling mendukung dan saling beriringan. jika ada unsur asing yang masuk ke dalamnya, meskipun hanya sebesar biji atom, maka pabrik itupun akan mengalami kerusakan. Dan si pemilik akan segera mengurai bagian-bagiannya dari awal.
Wahai para murid an-Nur serta para pelayan al-Quran, kita semua merupakan bagian-bagian dan organ-organ dalam satu tubuh yang layak disebut dengan insan kamil. Kita semua berposisi sebagai gerigi dan roda pabrik yang sedang merancang kebahagiaan abadi di kehidupan yang kckal nanti. Kita adalah para pelayan dan pekerja dalam sebuah perahu Tuhan yang membawa umat Muhammad ke pantai keselamatan. Yaitu surga sebagai tempat kedamaian.
Kalau begitu, kita sangat membutuhkan adanya persatuan, kerja sama, dan rahasia keikhlasan yang mengantarkan pada kekuatan jiwa senilai seribu seratus sebelas (1111) sebagai basil kerja empat orang. Ya, jika tiga orang tidak bersatu, nilainya hanya tiga saja. Tetapi manakala bersatu dan bekerja sama, nilainya akan menjadi seratus
sebelas (111). Demikian pula dengan empat angka empat. Kalau masing-masing angka empat (4) ditulis secara terpisah, totalnya hanya berjumlah enam belas (16). Tetapi jika angka-angka tersebut menyatu lewat rahasia persaudaraan, serta tujuan dan misi yang sama dalam satu baris, ia akan senilai empat ribu empat ratus empat puluh empat (4444). Ada banyak peristiwa dan kejadian sejarah yang membuktikan bahwa enam belas orang yang saling bersaudara, bersatu, dan berkorban, berkat keikhlasan yang penuh, maka kekuatan maknawiyah mereka bertambah rnenjadi senilai dengan empat ribu orang.
Rahasianya adalah sebagai berikut. Setiap orang dari sepuluh orang yang benar-benar menyatu bisa melihat dengan mata saudara-saudaranya yang lain serta bisa mendengar dengan telinga mereka. Dengan kata lain, seolah-olah masing-masing mereka memiliki kekuatan maknawiyah dan kemampuan untuk melihat dengan dua puluh mata, berpikir dengan sepuluh akal, mendengar dengan dua puluh telinga, serta bekerja dengan dua puluh tangan.[1]
Prinsip Ketiga: Kekuatan Kebenaran
Sadarilah bahwa kekuatan kalian seluruhnya ada pada keikhlasan dan kebenaran.
Ya, kekuatan tersebut ada pada keikhlasan dan kebenaran. Sampai-sampai kaum yang batil pun memperoleh kekuatan karena mereka menampakkan keteguhan dan keikhlasan dalam hal kebatilan.
Ya, pengabdian kita di jalan iman dan al-Quran juga menjadi dalil bahwa kekuatan terletak pada kebenaran dan keikhlasan. Sedikit keikhlasan yang diberikan dalam rangka pengabdian tersebut sudah menguatkan dan membuktikan hal itu. Sebab, pengabdian di jalan agama dan ilmu-ilmu syariah yang dilakukan selama lebih dari dua puluh tahun di kotaku[2] dan di Istambul, bisa dilakukan di sini[3] bersama kalian dengan seratus kali lebih berhasil dalam kurun waktu delapan tahun. Padahal, orang-orang yang membantuku di sana jumlahnya seratus kali bahkan seribu kali lebih banyak daripada di sini. Pengabdian yang dilakukan di sini selama delapan tahun dalam kondisi di mana aku sendirian dan asing semacam orang yang buta huruf[4] dengan di bawah pengawasan para petugas yang zalim serta di bawah tekanan mereka, alhamdulillah telah memberikan kekuatan maknawiyah serta telah membuahkan taufik dan kesuksesan seratus kali lipat dari yang sebelumnya. Karena itu, aku merasa puas karena taufik Tuhan tersebut terwujud karena keikhlasan kalian.
Aku mengakui bahwa kalian telah menolongku dengan keikhlasan yang sempurna, jauh dari riya, sebuah penyakit kronis yang selalu bermain dalam nafsu manusia di bawah bayang-bayang popularitas dan reputasi.
Kami memohon kepada Allah Taala agar kalian diberi taufik menuju kepada keikhlasan yang sempurna serta semoga Dia mema-sukkan aku dan kalian semua ke dalamnya.
Ketahuilah bahwa Imam Ali ra. dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani telah menatap kalian dengan penuh kelembutan, perhatian, dan kesejukan dalam bingkai karomah mereka yang luar biasa. Selain itu, mereka telah memberikan keberkahan kepada pengabdian kalian. Kalian harus yakin bahwa perhatian tersebut diberikan semata-mata berkat keikhlasan. Jika kalian merusak keikhlasan tersebut secara sengaja, maka kalian layak mendapat kecaman dan pelajaran dari manusia. Ingatlah selalu tamparan kasih sayang yang terdapat pada cahaya kesepuluh. Jika kalian ingin agar kedua orang mulia itu.
selalu menjadi guru dan penguat spiritual kalian, maka milikilah sikap ikhlas dan berbuatlah seperti yang dikatakan oleh al-Quran,
crãÏO÷sãur #n?tã öNÍkŦàÿRr& (الحشر: 9)
lebih mengutamakan orang lain ketimbang diri mereka sendiri. (QS. al-Hasyr:9)
Dengan kata lain, kalian harus mengutamakan saudara-saudara kalian daripada diri kalian sendiri dalam hal tingkatan, kedudukan, penghormatan, perhatian, serta dalam hal materi yang nafsu manusia biasanya tamak dan senang kepadanya. Bahkan dalam berbagai hal yang bersifat tulus dan murni seperti mengajar hakikat keimanan kepada orang lain, sebisa mungkin janganlah kalian bertekad untuk mewujudkan hal itu sendirian. Tetapi usahakan untuk bergembira dan merasa lapang karena ia terwujud berkat yang lain agar rasa ujub tidak masuk ke dalam diri kalian.
Barangkali ada di antara kalian yang ingin agar hanya dirinyalah yang mendapat pahala sehingga berusaha untuk berdakwah sendirian. Meskipun hal ini tidak dosa tetapi ia bisa merusak keikhlasan di antara kalian.
Prinsip Keempat: Bangga dengan Keistimeivaan Para Saudara Seagama
Berbangga sambil bersyukur dengan kemuliaan yang dimiliki oleh saudara-saudara kalian, serta menganggap kemuliaan mereka itu sebagai bagian dari kemuliaan kalian.
Ada sebuah istilah yang beredar di antara para sufi, yaitu fana atau lebur dalam diri syaikh serta lebur dalam diri Rasul. Hanya saja aku bukanlah seorang sufi. Lebur dalam persaudaraan merupakan prinsip indah yang sangat sesuai dengan perjalanan kita. Dengan kata lain, setiap orang harus meleburkan diri pada yang lain. Yakni, ia harus melupakan ego pribadinya dan hidup bersama kemuliaan saudara-saudaranya. Sebab, landasan konsep kita adalah ukhuwah (persaudaraan) di jalan Allah. Hubungan yang mengikat kita adalah persaudaraan yang hakiki. Bukan hubungan antara anak dan ayah
Serta bukan pula hubungan antara guru dan murid. Kalaupun terpaksa, ia hanyalah hubungan dengan seorang pengajar. Karena perjalanan kita di dasari oleh kecintaan, maka yang kita kedepankan adalah adanya persahabatan. Selanjutnya persahabatan tersebut mengharuskan adanya teman yang tulus, sahabat yang mau berkorban, serta saudara yang sangat perhatian. Tentu saja dasar yang paling utama dari persahabatan itu adalah adanya keikhlasan yang sempurna. Siapa yang mengabaikan hal itu, ia akan terjatuh dari atas menara persahabatan yang tinggi. Dan barangkali ia terjatuh pada lernbah yang sangat dalam, sebab tidak ada tempat pertengahan.
Ya, hanya ada dua jalan. Siapa yang tidak mau berjalan bersama kita di atas keikhlasan ini—sebagai tema utama al-Quran—bisa jadi ia termasuk orang yang membantu kekufuran para musuh al-Quran tanpa ia sadari.
Mereka yang masuk ke dalam kancah pengabdian al-Quran yang suci lewat risalah-risalah an-Nur, insya Allah tidak akan terjatuh ke dalam lembah tadi. Sebaliknya cahaya, keikhlasan, dan keimanan akan memberinya kekuatan.
SARANA MENCAPA1 KEIKHLASAN
Pertama: Rabithatul Maut (Selalu Mengingat Mati)
Wahai saudara-saudaraku yang mengabdikan diri pada al-Quran: Sesungguhnya sarana terpenting untuk mendapatkan keikhlasan dan sebab utama yang efektif untuk bisa memelihara keikhlasan tersebut adalah rabithatul maut fselalu mengingat mati).
Apabila panjang angan-angan mengotori dan merusak keikhlasan serta mengantarkan manusia kepada cinta dunia dan riya, mengingat mati justru menjauhkan manusia dari riya dan menjadikan orang yang mengingatnya selalu memelihara keikhlasan. Sebab, ia bisa membersihkan orang tersebut dari nat'su yang memerintahkan kepada keburukan. Yaitu caranya dengan mengikatkan dirinya dengan kematian serta merenungkan musnahnya dunia. Karena itu, para ahli sufi dan ahli hakikat menjadikan rabithatul maut sebagai landasan dalam suluk mereka sesuai dengan bunyi ayat al-Quran yang mereka ketahui,
@ä. <§øÿtR èps)ͬ!#s ÏNöqpRùQ$# (ال عمران: 185)
Setiap nafs (diri) pasti merasakan kematian. (QS. Ali Imran: 185)
y7¨RÎ) ×MÍhtB Nåk¨XÎ)ur tbqçFÍh¨B (الزمر: 30)
Sesungguhnya kamu akan mati dan merekapun akan mati. (QS. az-Zumar: 30)
Dengan mengingat mati, mereka tidak berpikir akan kekal abadi sebagai cikal bakal dari panjangnya angan-angan. Mereka justru membayangkan diri mereka sebagai orang-orang mati. Sekarang mereka dimandikan, lalu diletakkan di kubur. Ketika itu yang terbayang, jiwa yang cenderung kepada keburukan itupun akan sangat tersentuh. Selanjutnya sedikit demi sedikit jiwa tersebut melepaskan angan-angannya yang panjang. Karena itu, mengingat mati memberikan berbagai manfaat yang luas. Cukuplah sebagai petunjuk kepada hal itu hadits Nabi SAW. yang berbunyi, "Perbanyaklah mengingat sesuatu yang memotong segala kenikmatan".[5] Karena jalan kita adalah jalan hakikat ilmiah bukan tarekat sufi, maka kita tidak perlu seperti mereka yang langsung mengingat mati dengan bayangan dan khayalan. Selain itu, metode tersebut tidak cocok dengan metode kita. Sebab, merenungkan suatu akhir bukan berarti mendatangkan bayangan tentang masa depan ke masa sekarang. Juga bukan dengan memprediksikan masa depan dengan sesuatu yang ada pada saat ini. Jadi tidak perlu membayangkan dan tidak perlu mengkha-yalkan. Sebab manusia bisa menyaksikan jenazahnya sebagai buah dari pohon umurnya yang singkat. Ketika manusia sedikit saja me-ngalihkan perhatiannya, ia tidak hanya menyaksikan kematian dirinya semata, tetapi juga akan menyaksikan kematian zamannya. Lebih dari itu, ia akan melihat kematian dan kehancuran dunia. Dari sini, terbukalah jalan baginya menuju kepada keikhlasan yang sempurna.
Kedua: Merenungi Makhluk
Sebab kedua untuk bisa sampai kepada ikhlas adalah memperoleh keyakinan hakiki serta cahaya yang bersumber dari perenungan terhadap seluruh makhluk.
Perenungan tersebut bisa mengantarkan seseorang untuk mengenal Sang Maha Pencipta sehingga kalbunya menjadi tenang dan tenteram. Benar, perenungan yang dilakukan seseorang akan membuatnya merasa diawasi dan dilihat Allah Taala. Dengan kata lain, Allah senantiasa hadir dan menatapNya. jika kondisi ini dicapai ia tidak akan berpaling kepada selainNya dan tidak akan merninta tolong kecuali kepadaNya sebab melihat dan berpaling kepada selainNya menunjukkan sikap yang kurang etis di hadapanNya. Dengan ini, manusia akan seiamat dan terlepas dari penyakit riya sekaligus dengan izin Allah ia akan bisa ikhlas.
Namun demikian, perenungan tersebut memiliki banyak tingkatan dan tahapan. Bagian seseorang bergantung pada apa yang diperoleh-nya. Keuntungan yang ia miliki adalah yang ia dapatkan dari perenungan tadi sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.
Hal ini kita cukupkan sampai di sini dan kita bisa merujuk kepada berbagai risalah art-Nur yang mengupas berbagai hakikat yang bisa mengantarkan seseorang untuk seiamat dari riya dan bisa menggapai ikhlas.
PENGHALANG KEIKHLASAN
Selanjutnya dengan singkat kami akan menjelaskan beberapa faktor dari banyak faktor yang bisa merusak dan menghalangi ke-ikhlasan, serta mendatangkan sikap riya:
Pertama adalah rasa dengki yang mitncul dari keuntungan yang bersifat materi. Dua contoh kesinambungan ikhlas
Kedengkian tersebut akan merusak keikhlasan secara perlahan-lahan. Bahkan ia akan mengubah hasil sebuah amal. Lebih dari itu, ia juga bisa menghapus keuntungan yang bersifat materi tadi.
Ya, umat ini selalu menghormati dan menghargai para juru dak wah yang dengan tekun bekerja demi kebenaran dan akhirat. Umat ini juga senantiasa memberikan bantuan kepada mereka. Semua itu dilakukan dengan niat ikut berpartisipasi bersama mereka dalam melakukan amal dan pengabdian yang tulus ikhlas karena Allah. Berbagai hadiah dan sedekah diberikan guna memenuhi kebutuhan materi mereka serta agar mereka tidak sibuk dengannya sehingga raelupakan pengabdian agung tadi. Umat ini betul-betul menampakkan penghormatan kepada para pekerja di jalan Allah tersebut. Hanya saja, berbagai bantuan dan keuntungan tersebut sama sekali tak boleh dicari, tetapi diberi. la tak boleh diminta meskipun tidak secara langsung seperti orang yang selalu menantikan di dalam hatinya. Namun, ia diberikan secara tanpa diharapkan. Jika tidak, keikhlasan seseorang akan menjadi cacat serta nyaris termasuk ke dalam golongan orang-orang yang melanggar larangan Tuhan, "Janganlah kalian menukar ayat-ayatKu dengan harga yang rendah". Sehingga sebagian amalnya terhapus.
Keinginan dan ketamakan untuk memperoleh keuntungan materil karena dorongan nafsu al-ammarah bisa memunculkan benih-benih kedengkian terhadap saudara dan sahabat seperjuangan. Dengan begitu berarti ia merusak keikhlasannya, mengotori kesucian dakwah kepada Allah, bahkan menghilangkan keuntungan materi itu sen-diri. Bagaimanapun persoalan ini cukup panjang.
Aku akan menyebutkan sesuatu yang akan menambah keikhlasan sekaligus mengekalkan kesetiaan yang tulus antara dua orang saudara. Hal itu aku paparkan dalam dua perumpamaan berikut:
Pertama, penduduk dunia saat ini menjadikan kepemilikan bersama (sosialisme) sebagai sebuah kaidah untuk mendapatkan keka-yaan atau kekuatan yang besar. Bahkan orang-orang yang mempunyai pengaruh dalam kehidupan sosial—entah pribadi, golongan, ataupun beberapa pimpinan—menjadikannya sebagai sandaran mereka. Sebagai hasil dari mengikuti kaidah di atas, mereka mendapatkan kekuatan yang hebat serta memperoleh keuntungan yang besar meskipun di dalamnya tersimpan berbagai bahaya dan penyalahgunaan. Sebab hakikat dari kepemilikan bersama tersebut tidak berubah karena adanya keburukan dan bahaya di dalamnya. Di sini, dilihat dari sisi kepemilikan bersama dan dari sisi pengawasannya atas harta tersebut, setiap orang memposisikan dirinya sebagai pemilik semua harta yang ada walaupun ia tidak bisa mempergunakan semua harta itu. Akan tetapi, apabila kaidah tadi diaplikasikan dalam amal-amal ukhrawi ia akan memberikan berbagai manfaat yang besar tanpa menimbulkan kerugian atau bahaya sama sekali. Sebab, semua harta ukhrawi tersebut menjadi milik setiap orang dari mereka tanpa dikurangi sedikitpun.
Agar menjadi jelas kami akan mengetengahkan contoh berikut:
Ada lima orang yang ikut berpartisipasi dalam menyalakan lampu minyak. Ada yang menyediakan minyak, ada yang menyediakan sumbu, ada yang menyediakan kaca lampu, ada yang menyediakan lampu itu sendiri, serta ada yang menyediakan satu kotak korek api. Ketika mereka menyalakan lampu minyak tersebut, setiap orang dari mereka mengaku menjadi pemilik lampu itu. Seandainya masing-masing mereka memiliki sebuah cermin besar yang digantung didinding, lampu tersebut akan bisa dipantulkan oleh cermin tadi tanpa berkurang sedikitpun.
Demikian pula dengan pengelolaan bersama amal-amal ukhrawi yang dilandasi oleh keikhlasan, kerja sama yang dilandasi oleh sikap persaudaraan, dan berbagai upaya yang dilandasi oleh persatuan. Semua amal mereka yang terlibat di dalamnya dan semua cahaya yang bersumber darinya akan masuk secara sempurna ke dalam catatan amal setiap mereka. Ini tampak secara secara jelas dan nyata di antara ahli hakikat. Hal tersebut termasuk wujud dari luasnya rahmat Allah dan kemurahanNya yang mutlak.
Wahai saudara-saudaraku, aku mempunyai harapan insya Allah berbagai keuntungan materi tidak akan rnemicu munculnya rasa dengki di antara kalian. Namun sebagaimana sebagian ahli tarekat sufi. kalian bisa tertipu oleh berbagai keuntungan ukhrawi. Karena itu, sadarlah bahwa pahala pribadi tidak ada artinya dibandingkar. dengan pahala besar yang bersumber dari adanya kebersamaan dalam amal-amal ukhrawi. Tentu saja cahaya yang kecil tak bisa diukur dengan cahaya yang terang benderang.
Kedun, para pekerja terampil dan professional bisa memperoleh hasil yang berlimpah dan kekayaan yang banyak karena mereka berpegang pada prinsip 'kerja sama dalam karya dan keahlian'. Contohnya adalah sebagai berikut:
Sepuluh orang pembuat jarum jahit melakukan pekerjaan mereka. Masing-masing bekerja sendiri. Hasilnya, hanya tiga jarum yang diperoleh olch masing-masing mereka dalam satu hari. Kemudian mereka pun bergabung menyatukan langkah dan membagi kerja. Ada yang menghadirkan besi, ada yang menyediakan api, ada yang membuat lubang jarum, ada yang memasukkan ke dalam api, ada yang mulai membentuk, dan seterusnya. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma. Masing-masing mempunyai tugas tertentu dan semuanya bisa dilakukan dengan cepat Sebab, selain tergolong pekerjaan sederhana, masing-masing memiliki pengalaman dan keahlian di dalamnya. Hasil dari pembagian tugas itu, bagian yang diperoleh oleh masing-masing mereka dalam satu hari adalah tiga ratus jarum padahal tadinya hanya tiga jarum. Kasus ini tentu saja menjadi pegangan para pekerja dan professional yang menyeru kepada adanya penggabungan kerja dan pembagian tugas.
Wahai saudara-saudaraku, kalau keuntungan besar di atas di peroleh dari adanya persatuan dan kesepahaman dalam urusan du-niawi, lalu betapa besar pahala yang diperoleh atas amal-amal ukhrawi! Betapa besar ganjaran yang terpantul dari kerja kolektif pada cermin masing-masing! Amal-amal tersebut tidak perlu dibagi-bagi lagi. Kalian bisa memperoleh laba besar tersebut. Laba besar tersebut tentu saja tidak boleh dihapus dengan kedengkian dan ketiadaan ikhlas.
Kedua: Cinta Kedudukan
Penghalang ikhlas yang kedua adalah membiarkan nafsu al-ammarah bissu bersikap ego, mencari pangkat dan kedudukan agar menjadi perhatian manusia, serta senang kepada sanjungan orang karena motivasi ingin terkenal dan populer. Disamping merupakan penyakit kejiwaan yang kronis, ia juga merupakan pintu menuju syirik yang samar. Yaitu riya dan ujub yang bisa menghancurkan keikhlasan.
Wahai saudara-saudaraku, karena pengabdian yang kita lakukan ini berlandaskan pada kebenaran dan persaudaraan, di mana rahasia persaudaraan itu baru terwujud ketika seseorang meleburkan dirinya
dalam pribadi saudara-saudaranya[6] dan ketika ia lebih menguta-makan mereka, maka seharusnya kedengkian yang bersumber dari keinginan untuk mendapat kedudukan tidak boleh ada dalam diri kita. Sebab, sifat tersebut sangat bertentangan dengan jalan yang kita lalui. Karena kemuliaan dan kehormatan seluruh ikhwan kembali kepada setiap orang dalam jamaah, tidak mungkin kedudukan yang tinggi dan kemuliaan yang agung tersebut dikorbankan demi popularitas dan kemuliaan pribadi yang berasal dari egoisme dan rasa iri. Aku percaya bahwa hal itu tidak dimiliki oleh para murid an-Nur.
Ya, kalbu, akal, dan jiwa semua murid an-Nur tidak akan terjatuh pada hal-hal rendah semacam itu. Hanya saja, setiap orang pasti menyimpan potensi nafsu ammarah bissu. Bisa saja hal-hal yang ber-sifat ego rendahan masuk ke dalam tubuh, bertengger di atas syaraf, dan mengalahkan akal, kalbu, dan jiwa mereka. Karena risalah-risalah an-Nur memberikan banyak pengaruh kepada din kalian, aku tidak mencurigai kalbu, akal, dan jiwa kalian. Nainun demikian, nafsu, selera rendah, perasaan, dan angan-angan seringkali menipu. Karenanya, peringatan yang diberikan kepada kalian kadangkala bersifat pedas dan keras. Kerasnya peringatan tersebut tidak lain ditujukan kepada nafsu, selera rendahan, perasaan, dan angan-angan tersebut. Maka itu, kalian senantiasa harus waspada.
Ya, seandainya jalan kita berbentuk tarekat khusus yang dipimpin oleh syakh, tentu di dalamnya ada satu atau beberapa kedudukan yang bersifat terbatas. Juga, tentu akan ada banyak orang yang dica-lonkan untuk menempati kedudukan tersebut. Ketika itulah muncul kedengkian dan egoisme pribadi. Namun jalan kita hanya satu yaitu persaud.iraan. Karena itu, tidak boleh ada di antara kalian yang mengembangkan paham paternalistik serta memposisikan dirinya sebagai mursyid. Dalam persaudaraan, kedudukan yang ada sangai
luas sehingga tidak perlu saling mendengki. Justru seorang saudara harus membantu saudaranya, menyempurnakan amalnya, serta menolongnya.
Di antara bukti bahwa dalam institusi yang memakai sistem paternalistik, mursyid, dan guru, tersimpan berbagai dampak buruk yang bersumber dari persaingan dan kedengkian karena rakus pada upah dan ganjaran adalah adanya berbagai perpecahan dan permusuhan di tengah-tengah keuntungan agung yang dirasakan oleh para ahK tarekat sufi itu di mana perpecahan tersebut menimbulkan dampak buruk yang menjadikan kekuatan utama mereka tak mampu berdiri tegak dalam menghadapi terpaan topan bidah.
Ketiga: Takut dan Tamak
Dalam hal ini kita merujuk kepada risalah Hajamat as-Sitt (Enam Serangan).[7] Dalam risalah tersebut penghalang ini dijelaskan bersama penghalang-penghalang lainnya secara sangat jelas.
Kami bermohon kepada Allah Yang Maha Fengasih dan Penyayang seraya meminta syafaat semua namaNya yang mulia agar Dia memberikan taufik dan keikhlasan yang sempurna kepada kita seluruhnya. Amin.
Ya Allah, dengan kebenaran surat al-Ikhlas jadikanlah kami sebagai hamba-hambaMu yang bisa berbuat ikhlas dan dibuat ikhlas. Amin... amin.
Maha Suci Engkau. Kami iiada memiliki pengetahuan kecuuli apa yang
Kau ajarkan pada kami. Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan
Maha Bijaksana.
RISALAH KHUSUS UNTUK SEBAGIAN IKHWAN
Aku akan menyebutkan sebuah permasalahan penting yang cterkandung dalam dua hadits Nabi SAW. untuk para ikhwan yang merasa jemu dan bosan dalam menuliskan risaiah-risalah an-Kur, serta untuk mereka yang lebih mementingkan membaca berbaga: wirid pada iiga bulan ini—yang merupakan bulan-bulan ibadah— daripada menulis risalah an-Nur yang terhitung setara dengan ibadah dilihat dari lima aspek.[8]
Hadits yang pertama berbunyi, "Tinta para ulama ditimbang dengan darahnya kaum syuhada".[9] Dengan kata lain, tinta yang dipergunakan oleh para ulama hakikat pada hari kiamat nanti akan ditimbang bersama darahnya kaum syuhada dan menyamainya.
Hadits yang kedua, "Siapa yang berpegang pada sunnahku di saat rusaknya umatku, ia mendapatkan pahala seratus orang yang mati syahid"' Artinya, siapa yang berpegang pada sunnah Nabi SAW-dan hakikat al-Quran, lalu ia mengamalkannya di saat bidah dan kesesatanmenyebar luas, maka ia mendapatkan pahala seratus orang yang mati syahid.
Karena itu, wahai yang merasa jemu dan malas untuk menulis, wahai para ikhwan yang cenderung ke arah tasawwuf, pengertian yang didapat dari kedua hadits di atas adalah bahwa satu gram tetesan cahaya hitam dan air pembangkit kehidupan yang berasal dari pena-pena berkah dan suci milik mereka yang mengabdikan dirinya pada hakikat keimanan, rahasia syariah, dan sunnah Nabi SAW. dalam kondisi semacam ini bisa menyamai seratus gram darah para syuhada di hari kebangkitan nanti.
Dengan demikian, berusahalah kalian wahai para ikhwan untuk mendapatkan ganjaran besar tersebut.
Barangkali engkau berkata bahwa yang disebutkan dalam hadits di atas adalah para ulama sementara sebagian kita hanyalah penulis biasa.
Pernyataan di atas dapat dijawab sebagai berikut: Orang yang membaca berbagai risalah dan pelajaran ini dalam setahun, lain memahami dan menerimanya bisa menjadi ulama penting di zaman sekarang. Kalaupun sudah membaca tetapi belum memahami se-muanya, maka ia adalah para murid an-Nur yang memiliki sosok maknawiyah. Tak diragukan lagi bahwa mereka termasuk salah satu ulama zaman ini. Pena-pena kalian merupakan jari-jemari dari kepribadian hakiki tersebut. Kalian telah mengikatkan diri kalian dengan al-faqir (Said an-Nursiy) dan kalian juga berprasangka baik padanya dengan memposisikannya sebagai seorang ulama dan guru meskipun aku melihat diriku tidak berhak mendapatkannya. Namun karena aku seorang ummi yang tak pandai menulis, pena-pena kalian terhitung sebagai pena-penaku sehingga kalian mendapat pahala yang besar sesuai bunyi hadits di atas.
Said an-Nursi
nurayasrib@yahoo.co.id
[1] Ya, sebagaimana kerja sama yang hakiki dan persatuan yang utuh yang berasal dari keikhlasan memberikan banyak sekali keuntungan, ia juga merupakan sandaran yang kuat untuk menghadapi berbagai kecemasan. Bahkan dalam menghadapi kematian sekalipun. Sebab, kematian hanya merenggut satu ruh. Adapun orang yang telah mengikat tali persaudaraan yang tulus dengan Saudara-saudaranya dalam hal-hal yang terkait dengan akhirat serta dalam rangka menggapai ridhoNya membawa ruh-ruh lain sejumlah saudaranya. Sehingga ia menjumpai kematian dengan wajah tersenyum sambil berkata, "Ruh-ruhku yang lain selamat. Aku masih memiliki kehidupan maknawiyah di mana ia tetap menghasilkan pahala untukku. Dengan begitu aku belum mati". Ia arahkan ruhnya dengan tenang, sementara lisannya berucap, "Aku masih hiudup dengan ruh-ruh tersebut dari sisi pahala. Kematianku hanya dari sisi dosa dan kesalahan" (penulis).
[2] Maksudnya kota Wan yang terletak di Timur Turki.
[3] Maksudnya kampung Perla.
[4] Karena tulisannya yang buruk
[5]"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yakni maut". Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi yang kemudian dianggapnya sebagai hadits hasan. la juga diriwayatkan oleh an-Nasai dari Abi Salmah lalu dari Abu Hurairah secara marfu. Menuuut ibn Hibban dan al-Hakim hadits itu sahih.
[6] Ya, orang yang bahagia adalah yang bisa melenyapkan sosok dirinya dan menghilangkan egoismenya—yang seperti setitik es—di telaga besar dan nikrmat yang terpancar dari taman Kautsar al-Quran guna memperoleh telaga tersebul (penulis),
[7] Yaitu bagian yang keenam dari al-Maktub at-Tasi wal Isyrin (Tulisan kedua puluh sembilan) yang ditulis sebagai peringatan bagi para murid al-Quran dari macam tipuan setan.
[8] Kami telah bertanya kepada guru kami tentang lima aspek dari ibadah yang beliau isyaratkan dalam risalah berharga ini. Yaitu:
1. Ia merupakan bentuk jihad maknawi dalam rnenghadapi kaum yang sesat Itu adalah jihad terpenting.
2. Ia merupakan bentuk pengabdian dan bantuan bagi gurunya untuk menyebarluaskan kebenaran.
3. Ia merupakan bentuk pengabdian bagi seiuruh kaum muslimin dari sisi. keimanan.
4. Ia merupakan bentuk pemerolehan ilmu lewat tulisan.
5. Ia merupakan bentuk ibadah perenungan yang satu jam darinya senilai dengan satu tahun ibadah.
Nash hadits tersebut berbunyi, "Pada hari kiamat, tinta para ulama dan darahnya para syuhada ditimbang. Ternyaia tinta para ulama lebih berat ketibang darahnya para syuhada". Hadis ini diriwayatkan oleh asy-Syairazi dalaM. kitab al-Alqah dari Anas, juga oleh al-Muhibi dalam Fadhhil Ilrn dari Imran ibn Hasin, oleh Ibn al-Jauzi dalam kitab al-llal dari an-Nu'man ibn Basyir. Mcnurut z\-Munawi dalam Faidhul Qadir (6: 466) semua sanadnya lemah namun salins. menguatkan. Al-Ajluni juga menyebutkan dalam Kasyfii Khafa (2: 561). Al-Ghazal: menuliskannya pula dalam al-Ihya bab Ilmu. Menurut ai-Iraqi, sanadnya lemah Lihat as-Suyuti dalam al-]ami' ash-Shaghir (10026), Tamyiz ath-Thoyyib hal 201. Dhoif al-jami ash-Shaghtr nomor 2464.
[9]
Rabu, 08 Juli 2009
Kuingin keduanya
Oooh tidak,,,, kupikir aku ada di sana tapi ternyata aku melihat diriku disana. Bagai menonton film di bioskop. Aku terus mengikuti alur cerita yang tersusun dalam mimpiku malam itu. Diriku disana sedang mencari seorang sosok yang tak di kenal oleh orang lain, namu nyang mengenalnya hanya diriku. Hingga seorang ust yang mengantarku memperlihatkan satu -persatu orang yang ciri-cirinya hampir sama dengan orang yang kucari.
Kenapa aku mencarinya? aku sendiri tak paham. Aku terbangun oleh suara weker sehingga aku tejaga dari tidurku. Dan tak lagi aku bisa menonton film itu dimana diriku sendiri yang berperan di dalamnya.
Kucoba tuk mengingat kembali, akhirnya aku tersadar bahwa sebelum aku tidur aku sempat meminta jawaban dari Allah lewat istikhoroh. Namun aku tak paham dengan semua ini, mimpinya ga sampai.hikhikhikhikhikhikhihik
Bintang-bintang bersaksi
Surat ke 4: Seberkas Sinar dari Perwujudan Asma Allah, Yang Maha Bijaksana
Dengarkan bintang-bintang dan dengarkan sabda indah mereka
Lihat apa yang tertulis dalam pesan panjang kebijaksanaan
Mereka serentak memancarkan berita kebenaran ini
Masing-masing dari kita adalah bukti yang memancar
Bagi kekuasaan agung yang Maha Kuasa Terpuji
Kita menjadi saksi dari keberadaan sang pencipta
Dan juga Keesaan dan Kekuasaannya
Kita adalah keajaiban-keajaiban kecilnya yang menghiasi langit
Sebagai wahana para malaikat beterbangan
Kita adalah milyaran mata-mata langit yang selalu terjaga
Melihat surga dan mengamati bumi
Kita adalah buah-buahan yang sangat istimewa
Yang tergantung di ranting langit di pohon ciptaan
Dan pada ranting dari galaxy Bima Sakti, yang dipasang oleh
Tangan kebijaksanaan dari Yang Maha Agung, Dzat yang Maha Indah
Bagi penghuni surga/langit, kita adalah masjid-masjid yang berkelana
Rumah-rumah yang berkeliling dan kediaman agung
Lampu-lampu yang menebar cahaya, dan kapal-kapal, serta pesawat-pesawat kokoh
Kita adalah keajaiban dari kuasa yang Maha Kuasa, akan kesempurnaan, Maha Bijaksana dan Keagungan
Masing-masing dari kita adalah keajaiban dari seni kreasiNya, suatu kelangkaan dari kebijaksanaannya, keindahan dari ciptaannya, dunia cahaya
Untuk insane yang benar-benar manusiawi
Kita menampilkan ratusan ribu bukti, dalam ratusan ribu bahasa
Mata dari atheis semoga tetap buta, taki akan pernah melihat wajah-wajah kami
Atau telinganya tak akan pernah mendengar kata-kata kami
Kami adalah tanda-tanda yang mengatakan kebenaran
Pada wajah kita ad stempel dan cap yang sama
Kita taat pada Tuhan kita dan memuliakannya
Dan menyebutnya dalam ibadah
Kita adalah pengagum sejati dalam lingkaran terbesar galaxy Bima Sakti
Lingkaran yang memujji asma-asma Allah
Hanya yang Maha Kekal sajalah yang abadi
Said Nursi
Cinta dan kasih sayang
Dari buku Risalah An Nur. Said Nursi. Menjelaskan yang tak terjelaskan menjawab yang tak terjawab(The Letters)
CINTA DAN KASIH SAYANG itu berbeda. Kasih sayang bersifat lembut dan terasa lebih dalam, sedangkan untuk cinta, dalam banyak kasus, kita mestinya tidak menurunkan derajat diri kita menjadi pemuja cinta. Kasih sayang adalah perasan yang begitu menyeluruh sehingga orang, karena kasih sayangnya kepada anak-anaknya,merasa mengasih sayangi anak-anak lain juga dan bahkan untuk semua makhluk hidup. Cinta terbatas kepada orang yang dicintai, dan menyebabkan sipecinta melupakan orang lain sehingga ia bisa menyukai kekasihnya.kasih sayang yang tulus, meskipun dalam derajat tingkat yang paling rendah, juga dirasakan oleh binatang terhadap anak-anak mereka, membuktikan bahwa kasih sayang tidak menuntut balasan. Obat penyakit kasih sayang adalah kebenaran yang dinyatakan oleh ayat-ayat qur’an, Allh adalah sebaik-baik penjaga dan Dia adalah yang Maha penyayang diantara Maha Penyayang.
Wahai jiwaku yang menderita karena pikiran dan khayalan yang melintas tanpa sengaja! Kebanyakan khayalan, kenangan dan pengkaitan-pengkaitan pemikiran biasanya terjadi pada seseorang tanpa disengaja. Jika hal-hal tersebut itu baik maka mereka mungkin membawa efek yang baik pada manusia, dan mungkin mencerminkan nuraninya, seperti halnya panas dan cahaya matahari terpantul dicermin. Sebaliknya jika hal-hal tersebut itu jahat, mereka tidak akan menembus kedalam jiwa seseorang, karena bayangan sesuatu yang buruk tidaklah buruk, dan bayangan seekor ular tidaklah menggigit.
Ya Tuhan kami, jangan palingkan hati kami setelah engkau beri petunjuk, dan karuniai kami dengan kasih sayangmu, engkau Maha pemberi karunia.
Ya Allah, anugrahilah rahmat dan kedamaian sebanyak unsur yang ada di alam semesta, bagi beliau yang memecahkan misteri ciptaanmu dan bagi keluarganya serta para sahabat selama bumi dan langit masih ada.
Jika kamu memperlakukan orang mulia dengan mulia, dia akan kalah. Tetapi jika kamu memperlakukan orang hina dengan mulia, dia akan memberontak.
Kedamaian dikedua alam bergantung pada 2 hal: keluhuran budi terhadap teman dan kelakuan bijak terhadap musuh.
Sabar
ALLAH BERSAMA ORANG-ORANG YANG SABAR
Apakah yang dimaksud dengan “sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”(al baqarah:153)
Jawaban:
Seperti yang disyaratkan asmaNya, yang Maha Bijaksana telah menetapkan sebuah keteraturan, sebuah prosedur yang pasti seperti anak tangga pada sebuah tangga, bagi terwujudnya segala sesuatu. Orang yang tidak sabar tidak bertindak dengan pertimbangan yang mendalam. Mungkin dia bertindak terlalu jauh dan gagal atau menghilangkan suatu langkah dan tidak dapat mencapai tujuannya. Oleh karena itulah ketamakan adalah sebab kemiskinan dan sebaliknya, kesabaran adalah kunci bagi pemecahan masalah. Oleh sebab itu perkataan, keserakahan akan menuai kekecewaan dan kerugian, tetapi kesabaran adalah sarana perasaan lega, telah menjadi pepatah.
Tuhan Yang Maha Kuasa membantu orang-orang yang sabar dan membuat mereka berhasil. Terdapat 3 jenis kesabaran:
Sabar melawan godaan-godaan diri sendiri secara jasmaniah dan menahan diri dari dosa-dosa. Ini adalah taqwa dan membuat orang yang sabar menjadi lambang dari firman Allah, ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa(albaqarah:194)
Orang yang sabar adalah yang mampu memikul penderitaan. Ini adalah kepercayaan diri sepenuhnya kepada Allah. Kesabaran ini menyadarkan orang yang sabar bahwa dia adalah lambang dari firman Allah “sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya”(ali imran:159) dan” Allah menyukai orang-orang yang sabar”(ali imran:146).
Ketidaksabaran secara tidak langsunng berarti mengeluh tentang Allah, sama dengan mencela tindakan-tindakanNya, menyalahkan rahmatNya, dan mencela kebijaksanaanNya. Sesungguhnya, orang yang lemah, tidak berdaya seharusnya mengeluh kepada Allah karena penderitaan-penderitaannya, bukan mengeluh tentang Allah, seperti yang nabi Yaqub lakukan yang mengatakan: Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku (yusuf:86). Yakni orang yang menderita seharusnya hanya mengadu kepada Allah. Mendorong orang yang lemah untuk mengasihani diri sendiri dengan berkeluh kesah, seolah-olah tentang Allah, misalnya dengan mengatakan “ apa yang telah aku lakukan sehingga hal ini menimpaku?” adalah sia-sia bahkan berbahaya.
Ketaatan beribadah kepada Allah. Karena ketaatannya tersebuta adalah mengangka derajat orang-orang yang sabar menjadi hamba yang sempurna dan dicintainya, yang merupakan tingkat rohaniah yang tinggi.
Dari buku Risalah An-Nur. Said Nursi. Menjawab yang tak terjawab Menjelaskan yang tak terjelaskan (the Letters). Surak ke 23 hal 383-384
Semangat, jadi penyabar itu nikmat.
Nilai persahabatan
Suatu hari, Nabiyullah Isa AS melakukan perjalanan dengan seorang temannya. Mereka hanya berbekal tiga potong roti. Ketika sampai di suatu tempat, mereka berdua beristirahat.
"Bawa roti itu kemari," kata Nabi Isa AS kepada temannya.
Lelaki itu memberikan dua potong roti.
"Mana yang sepotong lagi?" tanya nabi Isa.
"Aku tidak tahu."
Setelah masing-masing makan sepotong roti, keduanya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tepi laut. Nabiyullah Isa menggelar sajadahnya di atas laut, mereka berdua lalu berlayar ke seberang.
"Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah makan sepotong roti itu?" tanya Nabi Isa kepada temannya."Aku tidak tahu."
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan mereka melihat seekor kijang. Setelah dipanggil, kijang itu pun datang menghampiri beliau. Beliau lalu menyembelih, memanggang dan memakannya. Sehabis makan, Nabi Isa berkata kepada tulang-tulang kijang, "Berkumpullah kamu." Tulang-tulang itu pun berkumpul. Beliau lalu berkata, "Dengan izin Allah, jadilah kalian seperti semula." Tulang-tulang itu segera bangkit dan berubah menjadi kijang."Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah makan sepotong roti itu?" tanya Nabi Isa AS."Aku tidak tahu," jawab temannya.
Nabiyullah Isa bersama temannya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai pada sebuah tempat. Mereka duduk beristirahat. Nabiyullah Isa memungut tiga bongkahan batu.
"Dengan izin Allah, jadilah emas," kata Nabi Isa AS.
Batu itu pun segera berubah menjadi emas.
"Ini untukku, yang ini untukmu dan yang satu lagi untuk orang yang telah makan sepotong roti itu," kata Nabiyullah Isa:
"Akulah yang telah makan roti itu," kata temannya.
"Ambillah semua emas ini, aku tak mau berteman dengan pendusta," kata beliau sambil meninggalkan temannya.
Lelaki tadi lalu duduk di dekat emasnya. Ia tidak mampu membawa ketiga-tiganya, tetapi juga tidak rela meninggalkan sebagian darinya. Ketika ia sedang memikirkan cara membawa ketiga bongkahan emas itu, datanglah dua orang lelaki. Melihat keindahan emas itu, timbul keinginan di hati kedua orang itu untuk memilikinya.
"Kalian tidak pantas mengambil milikku dan kalian sama sekali tidak akan mendapatkan bagian," kata pemilik emas.
Melihat mereka berdua hendak membunuhnya, ia segera berkata, "Emas ini kita bagi saja, satu untukku dan sisanya untuk kalian berdua."Mereka pun rela dengan pembagian itu.
"Ambillah secuil dari bongkahan emas ini, pergilah beli makanan," kata pendatang kepada pemilik emas.
Setelah mengambil secuil emas, ia lalu pergi membeli makanan untuk mereka bertiga.
"Untuk apa aku membagi emas itu dengan mereka berdua, emas itu kan milikku," pikir si pemilik emas. Timbullah niat untuk meracuni makanan.
"Jika mereka berdua mati, emas itu akan jatuh ke tanganku lagi," pikir si pemilik emas.
Ia lalu membeli racun yang paling ganas, siapa pun yang memakannya pasti akan mati seketika. Racun itu lalu ia taburkan di atas makanan mereka.
Kedua pendatang tadi juga mempunyai rencana, "Mengapa kita harus memberi dia. Jika telah kembali, kita bunuh saja dia. Emas itu semua akan menjadi menjadi milik kita berdua."
Mereka berdua kemudian membunuh si pemilik emas. Dan dengan perasaan senang karena mendapat emas lebih banyak, kedua lelaki itu kemudian menyantap dengan lahap makanan yang baru saja dibeli.
Beberapa tahun kemudian Nabi Isa bersama kaumnya melewati tempat itu. Mereka melihat tiga bongkahan emas dan tiga kerangka manusia.
"Lihatlah bagaimana dunia memperlakukan mereka," kata Nabi Isa AS kepada kaumnya.
Beliau kemudian berdiri di depan emas dan berkata, "Jadilah seperti asalmu." Emas itu pun kembali menjadi batu.
Orang tua ibarat pohon apel
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yangamat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemarbermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari.Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakanapel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya diaberistirahat lalu terlelap di perdu pohon apeltersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangitempat permainannya. Pohon apel itu juga menyukai anaktersebut.
Masa berlalu... anak lelaki itu sudah besar danmenjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskanmasanya setiap hari bermain di sekitar pohon apeltersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepadapohon apel tersebut dengan wajah yang sedih. "Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohonapel itu." Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemarbermain dengan engkau," jawab remaja itu." Aku mahukan permainan. Aku perlukan wang untukmembelinya," tambah remaja itu dengan nada yang sedih.Lalu pohon apel itu berkata, "
Kalau begitu, petiklahapel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkanuang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan."
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagiselepas itu. Pohon apel itu merasa sedih. Masa berlalu...Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa.
Pohon apel itu merasa gembira."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohonapel itu."Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerjauntuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumahsebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bolehkahkau menolongku?" Tanya anak itu."
Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kauboleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kaubuatlah rumah daripadanya." Pohon apel itu memberikancadangan.Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong kesemuadahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannyamerasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagiselepas itu.
Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemuipohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yangpernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telahmatang dan dewasa."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohonapel itu." Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yangsuka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Akumempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, akutidak mempunyai boat. Bolehkah kau menolongku?" tanyalelaki itu."
Aku tidak mempunyai boat untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untukdijadikan boat. Kau akan dapat belayar dengangembira," kata pohon apel itu.Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batangpohon apel itu. Dia kemudiannya pergi dari situ dengangembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu. Namunbegitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakindimamah usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalahanak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apelitu."
Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untukdiberikan kepada kau. Aku sudah memberikan buahkuuntuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangkuuntuk kau buat boat. Aku hanya ada tunggul dengan akaryang hampir mati..." kata pohon apel itu dengan nadapilu."
Aku tidak mahu apelmu kerana aku sudah tiada bergigiuntuk memakannya, aku tidak mahu dahanmu kerana akusudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batangpohonmu kerana aku berupaya untuk belayar lagi, akumerasa lelah dan ingin istirahat," jawab lelaki tuaitu."
Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohonapel itu.Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohonapel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangiskegembiraan.
Tersebut. Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan didalam cerita itu adalah kedua-dua ibu bapa kita. Bilakita masih muda, kita suka bermain dengan mereka.Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuanmereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka,dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita didalam kesusahan. Namun begitu, mereka tetap menolongkita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dangembira dalam hidup.Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikapkejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, ituhakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kinimelayan ibu bapa mereka. Hargailah jasa ibu bapakepada kita. Jangan hanya kita menghargai merekasemasa menyambut hari ibu dan hari bapa setiap tahun.
Do’a Untuk Orang Tua
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.
****
Mari kita kenang dosa kepada orang tua kita.
Siapa tahu hidup kita dirundung nestapa karena kedurhakaan kita.
Karena kita sudah menghisap darahnya, tenaganya, airmatanya, keringatnya.
Istighfar, istighfarlah
Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat orangtuanya.
Atau kata-katanya sering mengiris melukai hatinya, atau yang jarang memperdulikan dan mendoakannya.
Percayalah bahwa anak yang durhaka siksanya didahulukan didunia ini.
Istighfar yang pernah mendholimi ibu bapaknya.
Astaghfirullahal Adhiim
Astaghfirullahal Adhiim
Kematian adalah Rahmat
- Karena kematian membebaskan manusia dari kesengsaraan hidup, yang semakin meningkat sejalan dengan usia kita. Kematian juga membuka gerbang pertemuan dengan sembilan puluh persen teman-temannya yang telah mati sebelumnya. Maka kematian adalah rahmat yang sangat besar.
- Kematian adalah rahmat karena kematian membebaskan kita dari kehidupan duniawi yang sama seperti penjara bawah tanah yang sempit, bergolak dan menyesakkan. Kematian membawa kita kedalam lingkaran luas kasih saying Allah yang kekal’di mana manusia dpat menikmati kesenangan dan kehidupan abadi yang bebas dari penderitaan.
- Usia tua dan kondisi yang tak tertahan lagi juga membuktikan bahwa kematian dapat menjadi rahmat yang lebih besar dari pada kehidupan. Misalnya, seandainya orangtuamu dan kakek nenekmu hidup dalam penderitaan di depan matamu, engkau tentu akan mengakui betapa besarnya rahmat kematian karena hiduppun menjadi penderitaan tak tertahankan.
- Tidur membawa ketenangan dan perasaan lega, dan tentu saja rahmat, khususnya untuk orang-orang yang sakit dan terkena musibah. Tetapi, bagi orang-orang yang sesat, kehidupan dan kematian adalah siksaan, dan penderitaan yang tiada henti.
Cinta dalam Rasail.......
Dunia ini mempunyai dua muka. Pertama yang fana dan sekejap, dan muka yang lain adalah cermin tempat terwujudnya asma-asma Allah, dan sebuah lading yang ditaburi benih-benih untuk dipanen dikehidupan yang akan dating. Kalau pecintanya mampu menoleh dari wajah yang sekejap itu kea rah wajah yang lain, maka cintanya akan dunia dapat berubah menjadi cinta kepada Allah.
Kita hendaknya mencintai dunia ini demi buah yang ingin kita petik didunia akhirat. Jika kita bias melakukan, artinya jika kita mampu mengabdikan cinta kita pada buah-buah perbuatan kita dan perwujudan illahi, maka cinta pada dunia akan berubah menjadi cinta pada Allah.
Seorang pecinta yang sensitive merasa kasihan kepada semua makhluk, sehingga perasaannya selalu terluka oleh binasanya semua makhluk yang fana dan indah. Karena ia tidak dapat melakukan apapun untuk makhluk-makhluk itu, ia akan sangat menderita dalam ketidak berdayaannya.
Sebaliknya, Orang yang telah menemukan Allah akan menemukan obat untuk penyakit yang disebabkan oleh rasa saying dan hati lembut. Karena ia menganggap bahwa jiwa-jiwa makhluk hidup, yang merasakan kasihan terhadap apa yang binasa, adalah cermin tempat dipantulkannya nama –nama kekal dari Yang Maha kekal, maka kelembutan hatinya berubah menjadi penerimaan, kenikmatan dan kelapangan hati. Ia melihat bahwa dibalik makhluk-makhluk yang mudah binasa, fana tetapi indah itu, adalah perwujudan abvadi keanggunan murni dan keindahan suci, yang diwujudkan melalui keterampilan dan hiasan yang rumit halus, dan keajaiban-keajaiban yang disukai dan menerangi jiwanya.
Tambahan:
Cinta adalah emosi yang sangat kuat. Jika cinta dirasakan untuk makhluk fana, cinta itu akan melempar sipecinta kedalam duka cita dan penderitaan atau, karena makhluk fana tidak layak menerima cinta setulus itu, cinta itu akan membimbing si pecinta menuju pencarian Dzat Tercinta Yang abadi, dan dengan demikian akan berubah menjadi “cinta sejati”
Nafsu manusia
1. Hawa nafsu yang mendominasi ruh. Nafsu yang selalu menyeruh kepada kejahatan. Yang hatinya sudah tertutup oleh kejahatan, Baik jadi buruk, yang burukpun bisa jadi baik. Namanya Amarah bissu'. Penjelasannya ada dalam QS. 45:23
Artinya:" maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadian hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat sesuai ilmunya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.
NAudzubillah, semoga diantara kita tidak ada yang termasuk kedalamnya.
2.Ruh tarik menarik dengan nafsu. Ada saat-saat iman naik dan turun. Saat iman naik maka ruh yang mendominasi tapi saat iman turun maka yang emendominasinya adalah nafsu, dan bisa berakhir menjadi amarah bissu'. Disebut nafsu lawwamah.
Penjelasannya ada dalam QS.4:143
Artinya: Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir):tidak masuk kedalam golongan ini (orang-orang beriman)dan tidak pula golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah maka kamu sama sekali tidak dapat memberi jalan baginya.
3. Ruh yang mendominasi hawa nafsu. Ini dia nih yang kurindukan. Disebut dengan nafsu mutmainnah. Senantiasa berdzikir, melakukan kebaikan, dimana hawa nafsunya tertahankan oleh keimanannya yan kuat. Pokoknya nafsu mutmainnah ini lah tingkatan yang paling baik.
Penjelasannya dalam QS.89:27-30
artinya:Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhainya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hambaku . Dan masuklah kedalam surgaku.
Subhanallah ni ajakan looh. Yuuuk sama2 mencapai nafsu mutmainnah.
Naah... sekarang kalian ada di poin nomer berapa?
Dan mau mencapai poin nomer berapa?
Sama2 menilai diri sendiri. Dan jujurlah pada diri sendiri. Hehehehe
So' tauku tuh!!!!!
Kalau tidak salah ingat materi ini aku dapatkan waktu masih di Bekasi, sekitar tahun 2006. Alhamdulillah masih ingat. Biasanya sesuatu yang berkesan itu sulit dilupakan. hehehe
Pandangan matamu
Penyakit yang diderita oleh anak-anak tidak semua dapat di deteksi oleh ilmu kedokteran. Ada juga sebab syar'i yaitu penyakit 'ain.
Penyakit 'ain atau pandangan mata adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang dianggap menakjubkan disertai dengan rasa dengki. sehingga mengakibatkan bahaya terhadap yang dipandangnya. 'ain juga dapat terjadi dari pandangan yang penuh kekaguman tanpa disrtai rasa dengki, bahkan bisa terjadi dari orang yang shalih.
penyakit 'ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana pendapat sebagian manyarakat bahwa pujian pada anak dapat menyebabkan sakit.
Rasulullah saw bersabda"'ain itu benar adanya. Seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir , tentu akan di dahului oleh 'ain"riwayat muslim
jadi bukanlah pujian yang mengakibatkan dampak buruk kepada anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemuji, baik karena ada rasa iri ataupun benar-benar ada kekaguman terhadap anak.
Tindakan preventif Terhadap 'ain
Melindungi diri dan anakanya dengan membaca ruqyah-ruqyah yang diajarkan dalam islam dan membaca doa
"aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang buas, dan dari setiap mata yang jahat"(riwayat bukhari)
sebaiknya orang tua tidak mengungkapkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki anaknya karena hal itu dikhawatirkan hal itu akan menimbulkan iri pada diri orang lain.
Di posting untuk mama listi. maaf kalau kurang lengkap. karena waktu yang terbatas plus pengetahuan saya juga yang sangat minim. hehehehe
Untuk sahabatku
Dialah orang yang senantiasa mengajak dan mengingatkanmu dalam kebaikan. Tak pernah melupakanmu dalam setiap doa yang dipanjatkan. Mendoakan agar Allah memberikan segala yang terbaik untukmu.
Yah... ada saat dia memaksakan kehendak, tapi semata-mata demi kebaikanmu.
sahabat...................
Jangan salah paham dengan tingkah atau perlakuanku. Tujuan kita sama, ingin membawa persahabatan ini kesurga Allah yang penuh dengan keindahan. Aku egois? mungkin saja. Tapi keegoisanku semata-mata karena aku tak ingin kau terpeleset ke dunia yang tak pernah kau tau gelapnya.
Andai kau tau, aku menghawatirkanmu, saat ini kau mungkin menikmatinya tapi aku takut kecintaanmu akannya suatu saat melukai hatimu.
Sahabat......
Kini apa yang bisa kuperbuat? aku tak tau lagi, hanya lantunan doa-doa yang tulus kupanjatkan untukmu agar Allah menunjukkan jalan yang lurus dan kembali pada kebenaran yang hakiki.
Aku ria dengan riamu, namunsekali lagi aku mengingatkanmu bahwa bisa jadi kebahagiaan sesaat ini akan membuatmu menyesal seumur hidup.
sahabat..
Aku selalu ada untukmu, dan aku mengharapkan segala yang terbaik untukmu. Aku tak inginkan yang lain cukup satu " kembalilah kejalan yang lurus, ingatlah bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan". Uhibbuki fillah yaaa ukhtii.
Kunci Sukses
- Kunci kemuliaan: Taat kepada Allah dan Rasulnya
- Kunci Rezeki: Berusaha disertai beristigfar dan bertaqwa
- Kunci surga: Mengesakan Allah(tauhid)
- Kunci keimanan: Berfikir tentang ayat2 Allah dan makhluk2 ciptaanNya
- Kunci kebajikan: Kejujuran
- Kunci kehiupan hati: Tadabbur qur’an, mengadu kepada Allah pada waktu sebelum fajar dan segera meninggalkan dosa
- Kunci ilmu: bertanya dan mendengar dengan baik
- Kunci kemenangan dan kesuksesan: Kesabaran
- Kunci keberuntungan: Ketakwaan
- Kunci bertambahnya nikmat: Bersyukur
- Kunci mencintai akhirat:Zuhud terhadap dunia
- Kunci agar dikabulkan oleh Allah: Berdoa
Diantara berjuta Cinta
Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja.
Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.
Cinta kepada AllahCinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.
Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.
Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.
"Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah"(QS Al Baqarah : 165)
Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon.
Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.
Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta'ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah.
Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab 'semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya'. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan
"Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian" (QS Ali Imran : 31)
mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta'ala.
Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada 'person' yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar'i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer "apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah". Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).
Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman
"Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri" (HR Bukhari dan Muslim)
Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.
Cinta bersama Allah Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah.:
Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, binatang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah.
Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai "cinta thabi'i" cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.
Untuk calon bidadari surga
Nasehat adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dizaman ini. Sapaan nasehat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah dalam menuju ridha Yang Maha rahmah..
Nasehat ini adalah untuk diri saya pribadi dan untuk antunna yang merasa sebagai muslimah yang beriman dan muslimah yang ingin menjadi muslimah yang lebih baik dari sebelumnya.
Diantara nasehat tersebut adalah:
- Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.
- Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat. Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah. Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan , karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.
- Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya. Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab.
" Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka."
(al ahzaab: 59)
(bedakan antara jilbab, kerudung, dan himar)
- Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya. Rasulullah bersabda,
'apabila seorang wanita menjaga shalat
- Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah, mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk, firman Allah,
'wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka'. (At tahrim: 6)
- Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Sabda Rasulullah,
'barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka setan yang ke-3 nya'.
Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.
- Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki. Sabda Rasulullah,
'Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.' (Hadis shahih)
Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka,
"barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut" (hadis shahih)
(dizaman sekarang ini, banyak sekali wanita yang merasa nyaman dengan celana padahal celana itu merupakan pakaian untuk kaum pria)
- Wanita muslimah adalah da'iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya , menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam. Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah,
'kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak). (HR. bukhari dan muslim).
- Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu , menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah, ini semua yang dinamakan dengan taqwa,
'malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya, barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya, dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah, barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar. (Hadis Shahih Jami')
- Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma,
'tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan'. (Al An'am: 70)
Allah berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya ,
'alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggakkan' . (Al An'am: 31)